Minggu, 25 September 2011

Dua Anak Tewas Korban Perahu Tenggelam


Dua dari 12 korban tewas akibat perahu tenggelam di perairan antara Pulau Tonduk dan Guagua, Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tercatat masih anak-anak.
Camat Raas, Eko Junaidi, Sabtu (24/9/2011), menjelaskan, hingga Sabtu malam, sejumlah stafnya yang ditugaskan mendata korban dalam kasus tenggelamnya perahu tersebut masih berada di Pulau Guagua.
"Informasi yang kami terima melalui telepon dari staf, 12 penumpang perahu itu meninggal dunia. Dari 12 penumpang tersebut, dua korban masih anak-anak, yakni berusia satu dan tujuh tahun," katanya melalui telepon.
Sementara penumpang perahu yang selamat dilaporkan sebanyak 19 orang.
"Kami belum menerima data tentang nama-nama penumpang perahu yang meninggal dunia maupun selamat," ujarnya.
Hingga Sabtu malam, jumlah penumpang perahu yang tenggelam tersebut masih simpang siur.
Eko juga mengemukakan, pihaknya agak kesulitan untuk mengetahui jumlah pasti penumpang perahu, karena nahkodanya, Suriyanto, belum bisa diajak bicara.
"Para penumpang selamat, termasuk nahkodanya, masih gagap (syok). Staf kami tidak mungkin memaksakan diri untuk bertanya kepada nahkoda, karena kondisinya memang tidak memungkinkan," katanya.
Perahu tenggelam tersebut mengangkut rombongan kerabat warga Pulau Guagua yang menikah dengan warga Tonduk pada Jumat (23/9/2011).
Pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB, perahu itu berangkat dari Tonduk ke Guagua dengan mengangkut kerabat pengantin.
Namun, di tengah perjalanan tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB, perahu tersebut tenggelam akibat dihantam ombak.
Raas adalah salah satu dari sembilan kecamatan kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Dua dari tujuh desa di Raas merupakan pulau tersendiri, yakni Guagua dan Tonduk.
Dalam kondisi normal, perjalanan laut antara Pulau Guagua dengan Tonduk membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Sementara perjalanan laut antara Raas dengan Guagua sekitar tiga hingga empat jam, dan Raas dengan Tonduk sekitar 45 menit hingga satu jam.
sumber : www.kompas.com

Minggu, 18 September 2011

Sepeda Listrik dengan Motor Dalam Rangka

 Jika Anda mencari sepeda yang mengesankan, City Electric Bicycle ini bisa menjadi pilihan. Pertama melihatnya, orang akan menduga sepeda ini memakai mekanik canggih.
    Perancang sepeda ini, Vojtech Sojka dari University of Technology, merancang sepeda ini dengan menyembunyikan motornya dalam braket bawag rangka alumunium sepeda ini.
Hasilnya, bentuk padat rangka sepeda makin mulur dengan lengkungan-lengkungan menawan. Siapa saja yang melihat sepeda ini akan menerka-nerka letak baterai sepeda.
Baterai sepeda ini sendiri terlatak di bawah sadel sepeda yang membuatnya tak tampak pada pandangan pertama.
sumber : inilah.com

Jumat, 16 September 2011

Berwisata Religi ke Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah


Tujuan utama orang ke Kota Kudus selain menikmati suasana kota yang asri, biasanya sebagai rangkaian ziarah Walisongo atau banyak orang menyebut sebagai Tour De Walisongo. Ya, di Kota Kudus inilah salah satu Walisongo, yaitu Sunan Kudus Raden Ja'far Shodiq di makamkan tepatnya di belakang Masjid Al Aqsha Menara Kudus.
Setiap hari para peziarah yang datang ke makam ini bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung biasanya berasal dari berbagai penjuru, jumlah ini akan terus bertambah jika musim liburan sekolah tiba. Hal ini disebabkan, sekolah-sekolah tertentu menjadikan makam para wali ini sebagai ajang ziarah sekaligus berwisata mengisi liburan. Oleh karena itu, jika musim liburan tiba jumlah kendaraan yang diparkir mencapai ratusan setiap harinya.
Jika naik bus atau rombongan dari lahan parkir yang luas ini disediakan berbagai alat transoprtasi yang dapat dipilih oleh para peziarah atau wisatawan, ada ojek sepeda motor, dokar, atau kendaraan angkutan khusus dengan tarif yang sama. Perjalanan menuju ke makam Sunan Kudus cukup mengasyikan dengan pemandangan sudut-sudut Kota Kudus tempo dulu yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang.
Pemandangan kota tua dengan bangunan kuno dan juga gang-gang sempit dengan bangunan yang menjulang tinggi. Setelah menikmati pemandangan kota tua selama kurang lebih 20 menit kita akan tiba di Komplek Masjid Menara Kudus dan juga Makam Sunan Kudus yang masyhur berbaur dengan ratusan peziarah yang datang silih berganti.
Puas berziarah dan melihat keindahan masjid Kuno peninggalan para wali ini kita bisa melanjutkan perjalanan ke Muria, yaitu sebuah gunung yang juga menjadi maskot Kabupaten Kudus, yang di atasnya juga bersemayam Raden Said Sunan Muria yang juga merupakan bagian dari Walisongo.
Oleh karena itu, dimusim liburan seperti ini makam Sunan Muria juga tidak pernah sepi dari peziarah, selain mengharap berkah pada Sunan Muria para peziarah juga bisa menikmati keindahan pemandangan Gunung Muria yang asri dengan Air Terjun Monthelnya (akan kami tulis tersendiri).
Nah, itulah sedikit info bagi para pembaca yang ingin mengisi waktu liburan, berwisata sambil berziarah menelusuri jejak para Walisongo di Kota Kudus dan juga Gunung Muria. Sesampainya di kota ini Anda jangan lupa menu masakan khas Kota Kudus, seperti soto Kudus, lenthog Kudus, dan juga oleh-oleh jenang Kudus. 
sumber : detik.com

Bola Api Misterius Kejutkan Penduduk AS

Sebuah bola api misterius melesat di langit malam Amerika Serikat, Rabu (14/9/2011) waktu setempat, dan mengejutkan warga yang melihatnya.
Bola api tersebut bisa dilihat oleh sebagian warga di tujuh negara bagian di bagian barat AS, mulai dari Phoenix, Las Vegas, hingga ke kawasan pantai di California selatan.
Laporan penampakan obyek misterius tersebut membanjiri pihak berwajib dan kantor-kantor media di wilayah-wilayah itu. Warga mengaku melihat bola api berwarna hijau kebiruan melesat dengan cepat dari barat ke timur sekitar pukul 19.45 waktu AS bagian barat (Pacific Daylight Time/PDT atau sekitar pukul 09.45 WIB hari Kamis, 15/9/2011).
Sebagian warga lainnya melaporkan, obyek itu berwarna kuning dan oranye. Beberapa saksi mata sempat merekam objek tersebut dan mengunggahnya di YouTube.
Berbagai spekulasi muncul tentang bola api itu, mulai dari pesawat makhluk alien yang jatuh sampai kecelakaan pesawat udara biasa.
Namun, Manajer Program Benda Langit Dekat Bumi (Near-Earth Object) NASA Don Yeomans mengatakan, kemungkinan besar benda misterius itu adalah sejenis meteor berukuran besar yang secara ilmiah dinamakan "bola api" (fireball).
"Kami tidak bisa memastikan 100 persen, tetapi hampir bisa dipastikan obyek itu adalah sebuah bola api, meteor seukuran bola basket atau bola bisbol yang pecah sebelum jatuh ke tanah," papar Yeomans.
Yeomans menambahkan, bola api biasanya disebabkan oleh pecahan asteroid yang memasuki atmosfer Bumi. Warna hijau kebiruan yang dilaporkan saksi mata menunjukkan obyek itu mengandung unsur magnesium dan nikel, sementara warga oranye mengindikasikan obyek itu memasuki atmosfer dengan kecepatan beberapa kilometer per detik, yang masih terhitung kecepatan sedang untuk sebuah meteor.
Menurut ilmuwan NASA tersebut, bola api memang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan bintang jatuh, kategori meteor yang lebih kecil.
Meski demikian, bola api hampir selalu terjadi setiap minggu di suatu tempat di Bumi, biasanya di atas lautan sehingga jarang ada orang yang melihat. "Itu adalah fenomena alam biasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Yeomans.
Juru bicara Badan Penerbangan Federal AS (FAA), Ian Gregor, juga telah menyatakan, tidak ada insiden penerbangan yang melibatkan pesawat udara di wilayah barat AS pada waktu tersebut.

www.kompas.com